Karena blog ku ini kutulis
tentang story atau cerita, maka untuk cerita pertama akan kutuliskan tentang
pengalamanku bekerja di Jakarta yaitu di PT. MUG dan Delta Expanding atau yang
lebih dikenal dengan Dexpand. Mungkin akan kutuliskan dalam beberapa bagian
karena kisahnya lumayan panjang dan berkesan buatku sedangkan sekarang aku telah menjadi seorang ibu rumah tangga
yang tidak bisa seharian mantengin layar laptopku...aku harus mengurus kedua
buah hati dan suamiku.
Kisah ini berawal pada akhir
tahun 2007 ketika aku memutuskan untuk hijarah dan mengadu nasib di kota
Jakarta. Kata orang, Jakarta kejam seperti ibu tiri...karena aku pernah punya
ibu tiri yang sangat tidak diharapkan aku ingin membuktikannya.hohoho...
Aku memenuhi panggilan kerja di
PT. MUG yang beralamat di Blok M Jakarta Selatan. Mulanya aku iseng mengirim
lamaran ke alamat yang aku temukan di iklan baris Harian Kompas. Tidak beberapa
lama aku mendapat panggilan untuk interview
disana. Dengan berbagai macam cara aku lakukan agar mendapat ijin dari
kedua orangtuaku. Sebenarnya mereka melarangku tapi aku berhasil meyakinkan
mereka dan aku berjanji akan baik-baik saja.
Bermodal uang seadanya hasil
tabunganku kerja di Hotel Yasmin dulu sebagai Sekretaris Engineering dan surat
lamaran yang kupenuhi berbagai macam lampiran dan sertifikat kerja (hehehe
padahal waktu itu aku hanya kerja di hotel 4 bulan terus aku resign, aku
berhasil meminta SK dari sana sebagai referensiku kerja) dengan penuh percaya
diri aku menginjakkan kakiku di Jakarta.
Berbagai macam rintangan aku
hadapi selama di perjalanan, tapi semuanya bisa kulewati. Mulai dari membawa
koperku, pengamen dibis yang nyebelin trus harus balik lagi jalan kaki karena
kelewatan jalan...katanya sih patokannya Blok M Plaza persis depan Blok M plaza
ada bangunan kantor. Setelah tanya ke orang-orang sekitar trotoar Blok M
square, akhirnya aku temukan alamatnya.
Dikantor itu, aku dipersilakan
menemui pak Bambang yang katanya adalah Supervisorku. Kesan pertama yang ku
temui waktu itu adalah aneh..ruangannya tidak terlalu besar tapi tiap ruangan
dipenuhi Meja dan kursi. Aku langsung bertemu dengan Pak Bambang dan aku
langsung ditembak dengan perbedaan penghasilan dan gaji. Aku kurang begitu
paham karena waktu itu beliau membuat ilustrasi dengan angka-angka disana. Intinya
aku harus berhasil menjual produk kalau ingin diterima kerja disana dan
mendapat penghasilan yang waaahhh...katanya. karena aku ingin praktis dan tidak
mau ribet aku ambil barangnya dan kubayar seharga yang harus aku jual ditambah
biaya administrasi 20.000 rupiah...
Menurutku, Pak Bambang orangnya
baik beliau memperkenalkan aku dengan staff yang berada dibawahannya ya
sekarang termasuk. Dia memperkenalkan ku dengan Teh Titin yang katanya juga
orang Bandung dan beliau meminta teh Titin untuk mencarikanku kost di Jakarta.
Aku diajak teh Titin ngekost di
daerah Gg. Angsa Fatmawati Jakarta Selatan jaraknya tidak terlalu jauh dengan
tempat kami kerja cukup sekali naik metromini atau kopaja ke arah Blok M.
Hari berikutnya aku sudah
memiliki banyak teman. Ada teh Titin dari Bandung, Wita dari Padang, Kak ira
dari Aceh dll. Hampir semua staff ku kenal kalau dilihat dari wajahnya
sepertinya orang yang kerja disini berusia antara 18-50 tahunan. Cara kerjanya
kita harus memasang iklan dikoran, kemudian kita cantumkan nama dan no telp
kita, jika ada yang datang kekantor dan bilang dapat informasi dari kita, maka
pelamar itu yang harus kita wawancara dan kita dapat penghasilan 20000 dari
biaya admin orang yang melamar karena iklan kita di koran...oh ternyata seperti
itu...aku belum pernah memasang iklan karena aku orang baru begitu pula dengan
ketiga temanku yang kusebutkan tadi diatas. “sebagai percobaan kamu training
dulu ya ini ada orang yang melamar lewat iklan bapa tapi kamu interview ya”.
Kata Pak Bambang. Akhirnya aku berhasil mewawancarai satu orang dan dapat uang 20.000.....
Selama di Jakarta, yang ku kenal
di kost dan lumayan dekat hanya teh Titin dia berada disebelah kamar kostku.
Aku selalu mendengar suara gaduh ketika tengah malam dikamarnya. Aku selalu
tidak menemukannya ketika hari libur. Apa yang dia kerjakan...fikirku dalam
hati. Suatu hari, aku iseng main ke kamarnya.” Teh.. “panggilku “masuk aja gak
dikunci...”kubuka pintu kamarnya betapa terkejutnya aku melihat kamarnya yang
penuh dengan CD dan buku berceceran..”teteh lagi apa???” “Ini lagi nonton CD
nya orang-orang sukses...”hmmmm..gumamku dalam hati..”mereka ini La tadinya
dulu ada yang jualan bakso, jual kelontongan tapi sekarang udah sukses coba
kamu lihat mobil mereka bagus kan...? kuperhatikan layar laptop yang
ditontonnya “ya” jawabku singkat. “terus apa hubungannya sama teteh??” tanyaku
penasaran
“ya biar kita
termotivasi...tetehkan ikut Tianshi seperti mereka jadi buat motivasi teteh
juga...”
“Tianshi apa teh...??”
“Perusahaan MLM yang mengajak
kita untuk sukses bersama tanpa memandang latar belakang kita, asalkan ada niat
dan usaha serta kerja keras pasti bisa...!!!” “hhhaaaahh...”
“iya, Oh ya kalau Ela mau hari
minggu ini ada seminar di Ratu Plaza. Mau ikut teteh gak??”
‘’ ok ’’
Hari minggu yang kunantikan
akhirnya tiba. Aku sudah siap-siap dandan yang rapi ku ketuk pintu kamar teh Titin
ternyata tidak ada. Akhirnya terdengarlah suara dering Hpku..”Ela teteh tunggu
didepannya...
“Iya” aku jalan langsung kearah
jalan ternyata Teh Titin sudah ada disana. Dengan muka penuh sumringah dan
tersenyum dia bertanya kepadaku.
“ ada yang beda gak,hehe,,,”tanya teh titin
dengan tersenyum simpul
“ehm,,,apa ya...” sambil ku
perhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“iih...Ela meuni gak ngeh...Teteh
baru dari salon..”katanya sedikit cemberut..
“oh..jadi dari tadi teteh dari
salon ya pantesan dicariin di kamar gak ada,hahaha..
“sstt...udah diem”
“Trus sekarang kita kemana teh?’’
“Teteh mau ke Apartemen temen
dulu soalnya teteh titip mobil disana..kita naik mobil teteh aja ya biar
cepet...”. “oh teteh punya mobil ya??” kenapa gak teteh simpan disini aja...”
Disini kan gak ada garasi jadi ya teteh simpan di Apartemen temen aja biar
aman”
Ketika sampai di Ratu Plaza, teh
Titin ijin untuk meninggalkankku sejenak. “Kamu jangan kemana-mana ya kita
nanti ketemu disini”. Betapa baiknya teh Titin bagiku. Aku mengenalnya baru
beberapa hari di Jakarta tapi dia sudah seperti kakakku, dia menjagaku dia tahu
kalau aku orang baru yang tidak tahu apa-apa apalagi Jakarta...tanpa kukira,
ternyata dia sudah ada didepan panggung di depan ratusan orang yang memadati
ruangan seminar,hmmm ternyata dia ditunjuk sebagai MC acara pantas saja dia
begitu rapi. Kuperhatikan dia berbeda dari teh Titin yang ku kenal dia begitu
percaya diri dan enerjik ketika membawakan acara terbukti dengan kemeriahan
tepuk tangan dari audiens ketika dia mengakhiri semua poin-poin acara..
Wah ternyata dia orang penting
disini aku baru tahu dari orang yang duduk disebelahku. Orang itu bilang katanya
tuh MC nya udah bintang 7 katanya. Pantas saja selama ini dia selalu menonton
CD motivasi hingga larut malam...pikirku dalam hati...
Singkat cerita akhirnya aku
daftar sebagai member Tianshi downline teh Titin. Aku sering diajak belanja
bulanan di Stokis Tianshi di Mangga Dua Square dan hubungan kami kurasa semakin
dekat aku tidak luput dari pengawasannya selama berada di dekat Teh Titin.
Sampai akhirnya dia resign dari tempat kami kerja untuk lebih fokus menjalani
bisnisnya dan memutuskan untuk pindah kost dekat apartemen temannya.aku
kehilangannya...
Sudah hampir dua minggu aku di
Jakarta rasanya rindu kepada mamaku tak bisa ku bendung lagi aku memutuskan
untuk pulang. Aku naik bis dari Kp. Rambutan. Didalam bis banyak sekali
pedagang asongan yang jualan...cara jualannya aneh mereka menaruh barang
ditangan kami setelah semua penumpang kebagian barulah dia presentasi. Sadar
akan buruknya respon penumpang yang kelihatan cuek bahkan ada yang sibuk dengan
Hpnya mereka ngambil barang-barang yang mereka bagikan terus keluar naik bis
yang berada di depan kita. Setelah lama menunggu jalan akhirnya ada penumpang
yang duduk disebelahku, laki-laki cuek berkacamata dengan tas ranselnya.
Aku menghabiskan perjalananku
dengan tidur sampai kondektur bis mengumumkan kalau arahnya lewat sukabumi dan
harus berhenti di Ramayana Cianjur, untuk tujuan cipanas silakan naik angkot
lagi dari sini. Aku tenang aja, toh aku penguasa daerah Cipanas-Cianjur hahaha
tapi orang cuek yang tadi aku ceritakan mulai kelihatan panik...
Semua penumpang turun tampaknya
nih orang cuek ngikutin aku dari belakang...terus dengan pedenya dia bertanya
alamat yang dia pegang kepadaku..”permisi kamu tahu alamat ini...aku harus ke
Cugenang tapi aku baru pertama kali kemari...”kata dia sambil menunjukkan
secarik kertas...”oh Cugenang tinggal naik angkot biru itu kearah cipanas nanti
lewat...” “trus kamu mau kemana??”tanyanya kepo
“aku mau ke cipanas...” yaudah
kita bareng aja..” “boleh...”
Setelah cowok itu menemukan
alamat yang ia tuju, dia memberikanku sebuah kartu nama..”namaku Ilo, nanti
kalau kamu ke jakarta hubungi aku ya itu no telponnya”.
***
Hari-hari kulewati tanpa teh
Titin di Jakarta tinggal Wita yang sekarang aku punya dan dia pun mau resign.
Akhirnya kita sepakat untuk mencari pekerjaan lain. Langkah pertama yang kita
lakukan adalah beli koran...singkat cerita kita menemukan iklan yang kita kira
cocok dengan kualifikasi kita tempatnya di PT. Delta Expanding cabang D’Best
Fatmawati. Dengan mantap aku dan Wita masukkan lamaran kerja kesana.
Lumayan menguras uang juga ketika
aku dijakarta waktu itu. Gaji gak ada, bayar kost harus makan musti tiap hari
kalau gak mau kelaparan...akhirnya aku menjual sebagian perhiasanku untuk bekal
selama disana.
Sesampainya di kantor Dexpand
kita diberi kertas semacam kuisioner oleh mbak Yuli yang waktu itu
resepsionisnya setelah selesai akhirnya kita diberitahu nanti melalui SMS. Ketika
sampai dibawah, ada orang yang lagi
nyapu lantai dan berbisik kearah kami mbak baru ya,,,jangan kerja disana itu
sales..sambil berlalu. Aku dan Wita hanya berpandangan dan bilang...”orang
aneh....”
***
“Kak Ilo apa kabar?sudah
dijakarta? Ini ela yang kemarin ke cianjur...”kukirim sms ke no yang tertera di
kartu nama..”oh ya ela baik. Aku udah di jakarta.kamu dimana?” dijkt jg. nanti
hari minggu ada acara gak kita ketemuan ya” “...dimana?” “Di Blok M Plaza aja
biar dekat kalau kamu pulang...”.”Insya Allah..”
Hari minggu jam 09.00 aku
siap-siap pergi agak telat dari jadwal ketemu dengan kak ilo soalnya aku harus
mencuci pakaianku dulu. Sesampainya di Plaza aku lumayan membuatnya menunggu
lama, kami pun nonton dan makan disana sambil bercerita tentang kegiatan kami.
Dia orangnya enak diajak ngobrol, jadi pendengar yang baik dan tidak
mendominasi pembicaraan sehingga aku tak bosan untuk bercerita banyak hal.
Begitupun dia yang katanya orang perantauan juga dari Cirebon aslinya orang
Palembang dan kerjaannya di Jakarta. Ternyata dia Supervisor Marketing yang
sedang proses pengangkatan menjadi Manager di Farmasi PT. Pharos..
Setelah beberapa hari itu,
akhirnya Kak Ilo memintaku untuk menjadi pacarnya.akupun menerimanya...dia
seperti pengganti Teh Titinku yang hilang...dia menjagaku dan menghargaiku...***
Tiba waktunya interviewku di PT.
Dexpand dengan Wita aku nyaris di Usir oleh Pak Boy karena aku ngobrol dengan
Wita waktu beliau sedang menerangkan sistem kerjanya. Akhirnya kami memilih
diam. Setelah selesai kami diperkenalkan dengan Bu Neni, beliau adalah Leader
kami. Hari itu kami diajaknya naik metro mini kearah pasar rebo. Bu Neni sangat
ramah dia mengajakku ngobrol dan bercerita selama di perjalanan. Disana ada
orang lain yang sepertinya sama dengan Bu Neni yaitu Rara dan Ria. Waktu itu
aku kurang paham dengan apa yang mereka lakukan. Bu Neni mengajak kami makan
terus beliau yang bayar dan mengajak kami ke sekolah katanya ada informasi yang
harus disampaikan. Setelah kegiatan itu selesai kami diantarkannya untuk
pulang. Besok kami disuruh kesana lagi. Diperjalanan Wita memutuskan untuk
tidak menerima pekerjaan itu, dia bilang katanya sales.
Aku meminta saran dari Kak Ilo
dan dia menyarankan untuk tahu lebih dulu pekerjaannya. Akhirnya aku memutuskan
untuk datang keesokan harinya...***